Gempa Bumi Selalu Mengancam Lepas Pantai Sumatera


Dari Catatan sejarah, hampir setiap abad selalu terjadi gempa besar yang merusak di Pulau Sumatera. Tahun 1994 terjadi gempa di Liwa dengan magnitude 6.9 dan Kerinci tahun 1995 dengan magnitude 7.1. Di penghujung tahun 2004, gempa berkekuatan 8.9 Skala Richter Melanda Aceh yang menimbulkan gelombang tsunami setinggi 10 meter dan menyebabkan ratusan ribu orang meninggal dunia. Terjadinya gempa di Aceh juga diiringi dengan gempa susulan di wilayah sekitar Aceh seperti P. Nias dengan magnitudo yang besar juga.

Gempa bumi adalah tanah yang berguncang akibat rekahan bumi pecah dan bergeser dengan keras. Wilayah di sebelah barat Sumatera mempunyai banyak sumber gempa karena posisinya dekat dengan jalur tabrakan dua lempeng bumi, dimana lempeng Samudera Hindia bergerak ke arah dan menujam ke bawah lempeng (benua) Sumatera. Bagian lempeng yang menujam di bawah Kep. Mentawai dan Nias pada umumnya melekat kuat pada tubuh batuan di atasnya. Sehingga pergerakan ini memampatkan tubuh batuan. Akumulasi tekanan ini akan meningkat dari waktu ke waktu sampai pada suatu saat melampaui daya rekat dua lempeng tersebut.

Secara umum, kondisi geologis Sumatera adalah jalur pertemuan dua lempeng tektonik berupa subduksi di sebelah barat Kep. Mentawai dan dilalui oleh patahan semangko (busur dalam). Selain itu terdapat 7 segmen gempa di sekitar lepas pantai barat Sumatera, yaitu :

  1. Segmen Aceh-Andaman, terjadi tanggal 26 desember 2004 (8,7 SR) dan pernah terjadi 300 tahun  silam dengan menimbulkan gempa
  2. Segmen Semeulu, terjadi gempa tahun 2002 dengan kekuatan 7 SR
  3. Segmen Nias, tanggal 28 maret 2005 dengan kekuatan 8.5 SR,  segmen ini pernah terjadi gempa besar februari 1861 (48 tahun sebelumnya) kekuatan 8.7  SR yang menimbulkan tsunami
  4. Segmen Kepulauan Batu, terjadi gempa bersamaan dengan gempa nias 28 maret 2005, 70 tahun sebelumnya yaitu 1935 dengan kekuatan 7.7 SR
  5. Segmen Siberut, Tahun 1797 dengan kekuatan 8.3 SR
  6. Segmen Sipora-Pagai, Bersamaan dengan gempa besar siberut 1797, terjadi Tsunami dengan ketinggian 10 meter di Padang
  7. Segmen Enggano, Terjadi gempa besar tahun 2002

Dewasa ini, CNN melakukan peninjauan khusus bersama pemburu Gempa dari California Technology Institute. Pemburu gempa ini adalah geolog dari CalTech yang meneliti semua gempa-gempa yang muncul di Indonesia terutama yang terakhir ini yang katanya mengakibatkan kerak bumi melipat sehingga menimbulkan gempa sekitar 7 SR lebih baru-baru ini.

Akibat dari kerak bumi yang melipat sehingga overlap satu dengan lainnya yang terjadi di wilayah sekitar Sumatera Barat, akan memaksa efek balik seperti pegas, karena lipatan ini akan berusaha mengembalikan atau meratakan kerak bumi yang melipat ini seperti ibaratnya pegas yang apabila kita tekuk akan menimbulkan kekuatan yang arahnya sebaliknya dari arah tenaga yang menekuknya untuk kembali ke bentuk semula. Reaksi balik pegas akan terjadi terhadap kerak bumi yang melipat akibat gempa baru-baru ini yang besarnya sekitar 7 SR itu, namun reaksi balik pegas ini akan berakibat gempa yang besarnya lebih dari 7 SR yang diperkirakan sebesar 9 SR atau lebih. Reaksi gempa yang ditunggu ini akan datang dalam waktu dekat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s